Esai "Pergerakan Nasional"
Menilik Kembali Peran Pemuda dalam Pergerakan Nasional sebagai Refleksi untuk Kesatuan Bangsa
Oleh :
Putu Adnanta Jaya
Indonesia
adalah negara yang memiliki penduduk terbanyak ke-4 dunia dan mayoritas
penduduknya adalah golongan pemuda. Siapakah golongan pemuda itu ? Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara
fisik dan psikis sedang mengalami
perkembangan. Pemuda merupakan tulang punggung bangsa saat masa penjajahan
dahulu hingga saat ini. Peran pemuda inilah yang mengantarkan bangsa kita lahir
dari belenggu kekuasaan bangsa-bangsa biadab. Jika kita menilik kembali dalam
garis waktu, sejarah melukiskan bahwa setiap perjuangan bangsa dipelopori oleh
pemuda dan persatuan yang terjadi pun juga diilhami oleh pemuda. Para
pemuda mempropagandakan bahwa perjuangan kedaerahan hanya akan mendatangkan
kekalahan dan menguntungkan pihak penjajah. Pemuda-pemuda ini yang selalu
menjadi garda terdepan dalam setiap perjuangan bangsa.
“Bersatu untuk
merdeka !” Begitulah kiranya slogan yang terus didengungkan pemuda hingga memasuki
abad ke-20. Abad ini dikenal sebagai Masa Pergerakan Nasional. Masa Pergerakan
Nasional adalah masa dimana pemuda-pemuda Indonesia mulai terbentuk
kesadarannya untuk bergerak dalam naungan ibu pertiwi bukan lagi atas nama
daerahnya masing-masing.
Kesadaran nasional sebagai cikal bakal lahirnya pergerakan nasional tidak terlepas dari pencanangan politik etis yang diterapkan Belanda yang kemudian memunculkan segolongan elit pelajar yang pada akhirnya merintis kesadaran nasional. Adapun politik etis ini adalah politik balas budi yang lahirnya dilatarbelakangi oleh kebijakan tanam paksa yang membuat Van Deventer menyatakan harus melakukan balas budi terhadap bumiputera akibat kebijakan tersebut. Isi dari politik etis ini dikenal dengan Trias van Deventer yang isinya adalah sebagai berikut
1. Irigasi
Irigasi diperlukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat pribumi dalam bidang pangan.
2. Emigrasi
Emigrasi dilakukan demi mengirimkan tenaga kerja untuk dipekerjakan di wilayah Sumatera.
3. Edukasi
Edukasi dilaksanakan untuk menghasilkan tenaga kerja yang diperlukan negara. Edukasi menjadi program paling berpengaruh bagi masyarakat Indonesia yang kemudian melahirkan kesadaran nasional sebagai cikal bakal pergerakan nasional.
Selain politik etis, faktor lain yang memunculkan pergerakan nasional adalah
Faktor Internal :
a.
Penderitaan masyarakat bumiputera atas
penindasan pemerintah kolonial Belanda.
b.
Tumbuhnya kenangan akan kejayaan masa kerajaan
terdahulu.
c. Munculnya kesadaran untuk bersatu.
Faktor Eksternal :
a. Masuk dan berkembangnya paham-paham baru di
dunia (Demokrasi, Liberalisme, Komunisme, Nasionalisme, Pan Islamisme)
b. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905
c. Lahirnya pergerakan nasional di wilayah Asia dan Afrika
Lahirnya pergerakan nasional menjadi tonggak awal menjadi bangsa merdeka. Lahirnya berbagai organisasi dan bersifat nasionalnya sistem perjuangan memberikan harapan untuk membebaskan bangsa ini dari rongrongan penjajah. Budi Utomo adalah pelopor perjuangan pergerakan nasional bangsa ini. Organisasi yang berdiri pada 20 Mei 1908 yang diprakarsai oleh Dr. Sutomo dan dr. Wahidin Sudirohusodo mengilhami perjuangan modern bangsa Indonesia. Pemikiran-pemikiran yang tercipta di organisasi ini mempropagandakan pada bangsa Indonesia pentingnya nasionalisme untuk merdeka. Pentingnya bersatu untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah.
Sejak lahirnya
organisasi Budi Utomo, banyak lahir organisasi-organisasi lain di daerah-daerah
di Indonesia dengan corak perjuangan radikal maupun moderat, seperti Sarikat
Islam, Indische Partij, Tri Koro Dharmo, Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional
Indonesia, Partai Indonesia Raya, Gerakan Rakyat Indonesia, Jong Batak Bond, Jong Ambon, Jong Minahasa,
Jong Islamiten Bond, Nahdatul Ulama, PPPI, Gabungan Politik Indonesia beserta
organisasi pemuda lainnya.
Semua
organisasi-organisasi itu kemudian berkumpul menjadi satu kesatuan dan berikrar
dalam bingkai Sumpah Pemuda. Mereka bersama-sama mengikrarkan satu tanah air, satu
bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.
Puncak dari
perjuangan pergerakan nasional adalah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus
1945. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan yang sifatnya nasional bisa
mengantarkan Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya dan perjuangan
yang bersifat kedaerahan hanya mendatangkan kekalahan bagi sebuah bangsa.
Sejarah memanglah hal yang telah berlalu, tetapi bisa kita refleksikan dalam kehidupan saat ini. Indonesia dengan negara berpenduduk terbanyak ke-4 dunia dan didominasi oleh anak muda harus mulai mengimplementasikan nilai demi nilai yang kita petik dari pergerakan nasional. Keadaan negeri dengan banyaknya ancaman yang mengarah pada disintergrasi bangsa sungguh menyayat hati. Bagaimana bisa sebuah bangsa yang telah merdeka melalui perjuangan pergerakan nasional kembali memunculkan paham-paham egoisme masing-masing untuk memecah belah bangsa ? Hingga saat ini banyak kasus yang ingin memecah belah bangsa, seperti kasus yang baru-baru ini beredar terkait mahasiswa Papua di Surabaya yang terpapar ucapan rasialis dari para anggota TNI.
"Jangan banyak omong kamu, keluar sini,"
Bersamaan dengan
itu, sejumlah kata-kata rasial berupa nama-nama binatang terlontar ke arah
mahasiswa Papua.
Dalam konten lain yang direkam penghuni asrama, seorang mahasiswa Papua berkata, "Apa? Mau tangkap saya? Ketok pintu, kita bicara baik-baik."
Seorang perempuan
dari kelompok penghuni asrama juga terdengar mengatakan "Ada proses
hukumnya, Pak. Kenapa main hakim sendiri begitu?"
Dalam konten tersebut, seseorang berseragam tentara dan berkacamata hitam juga menuding-nudingkan tangan ke arah penghuni asrama. Hei kau pulang sana...," begitu salah satu penggalan kalimat yang terdengar darinya
Peristiwa
ini kemudian memicu ketidakstabilan di wilayah Papua. Berbagai unjuk rasa dan
kerusuhan terjadi di berbagai wilayah Papua. Pemicunya adalah terkait
penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya ini yang diduga merusak tiang bendera
asrama Kamasan.
Faktor utama
terjadinya banyak kasus-kasus disintegrasi bangsa saat ini adalah lemahnya
mental para pemuda. Pemuda saat ini mudah terhasut atau terprovokasi oleh
hal-hal hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang memang sengaja ingin menjatuhkan
bangsa ini. Mereka juga kurang peduli akan dampak dari provokasi yang
menyesatkan tersebut. Mereka dengan mudahnya mengunggah melalui berbagai media
tentang hal yang tak jelas asal muasalnya dan tak dapat dibuktikan
kebenarannya. Kasus seperti ini harusnya tidak terjadi jika nilai sejarah
bangsa kita direfleksikan dalam setiap insan manusia Indonesia.
Nilai-nilai sejarah bangsa yang dimaksud adalah nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak peran yang dapat kita lakukan sebagai pemuda untuk kembali menyalakan api-api sejarah untuk menyadarkan bangsa ini agar tercipta persatuan dan kesatuan bangsa
1.
Agent Of Change
Peran pemuda sebagai agent of change artinya bahwa pemuda
memiliki peranan menjadi pusat perubahan dalam lingkungannya ke arah yang lebih
baik, pemuda menjadi wahana dalam menentukan arah kemajuan bangsa kedepan, dan
pemuda juga menjadi agen-agen yang mempropagandakan pentingnya belajar dari sejarah untuk
menciptakan toleransi antar sesama.
2.
Agent Of Development
Sebagai agen pembangunan artinya pemuda bergerak
sebagai generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dan mengajak seluruh
rakyat untuk bersama-sama mengisinya sesuai amanat Sumpah Pemuda .
3.
Agent of Modernizations
Peran selanjutnya berkaitan dengan pembaharuan bangsa.
Banyaknya kasus yang mengecewakan belakangan ini mengharuskan pemuda saat ini
melangkah untuk kembali merefleksikan diri dan menyebarkan nilai-nilai dalam
pergerakan nasional terdahulu untuk mewujudkan pembaharuan ke arah kemajuan
sesuai koridor-koridor yang disepakati pemuda terdahulu
4.
Membangun Pendidikan
Menyalakan api sejarah melalui
pembangunan pendidikan merupakan cara yang paling ampuh. Dengan pendidikan
banyak ilmu yang bisa ditansfer pemuda kepada bangsa. Kita sebagai pemuda bisa
menceritakan kembali bahwa perpecahan yang dilakukan sebelum abad 20
mendatangkan kekalahan bangsa dan perjuangan yang terjadi abad 20 mendatangkan
kemerdekaan bangsa. Dengan hal-hal seperti itu, kita bisa menyadarkan bangsa untuk senantiasa satu
dalam tujuan untuk Indonesia bersatu, maju, dan bermartabat.
Indonesia memiliki sejarah yang panjang hingga saat ini menjadi bangsa yang merdeka. Sejarah pergerakan nasional telah banyak memberi kisah pada kita sebagai bangsa. Mulai dari bagaimana politik etis melahirkan kaum intelektual, bagaimana kaum intelektual saat itu memengaruhi pola perjuangan bangsa ke arah yang modern yang kemudian melahirkan berbagai organisasi hingga pada akhirnya mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Untuk itu, kita sebagai pemuda harus mampu memetik setiap hikmah dalam peristiwa sejarah pergerakan nasional agar kita senantiasa bersatu demi kemajuan bangsa dan dapat menyebarkan afirmasi-afirmasi positif dan propaganda persatuan melalui serangkaian aksi untuk menjaga kesatuan bangsa.
Daftar Pustaka
1.
Kurnia,Anwar. 2014. IPS Terpadu 2 SMP. Jakarta:
Yudhistira.
2.
Nasution. 2018. “Peran Pemuda Mahasiswa Melihat
Indonesia Lebih Baik”. https://www.kompasiana.com/nasutiom/5c2460bc6ddcae45fd540773/peran-pemuda-mahasiswa-melihat-indonesia-lebih-baik?page=al.
Diakses pada 6 Oktober 2019 Pukul 12.01 WITA
3.
Hilda Meilissa. 2019. Ini Kronologi Ketegangan
di Asrama Mahasiswa Papua versi Polisi”. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4676206/ini-kronologi-ketegangan-di-asrama-mahasiswa-papua-versi-polisi.
Diakses pada tanggal 8 Oktober 2019
Pukul 19.30 WITA
Komentar
Posting Komentar